Selasa, 28 April 2015

Orang Sunda Alergi dengan Majapahit ?





Hingga hari ini, di Jawa Barat, Tak ada Satu pun nama jalan & nama gedung yang menggunakan nama tokoh Pahlawan Nasional; Gajah Mada ataupun Hayam Wuruk. Karena Orang Sunda alergi dengan kedua nama tersebut. Kenapa?

 Pada 1927, C.C.Berg menterjemahkan lontar "Kidung Sunda" yang ditemukan di Bali. Orang Sunda yang secara turun temurun pernah mendengar "Carita Parahyangan" - (Koleksi naskah Kuno Museum Nasional No.Reg Kropak: 406), yang digubah pada akhir abad ke 16, mengetahui sekilas kisah Perang Bubat.

Nah, dengan adanya "Kidung Sunda" ini, kian memperkuat kebencian Orang Sunda atas Majapahit (Jawa), karena mereka menganggap Gajah Mada & Hayam Wuruk telah berlaku sadis membantai rombongan Prabu Lingga Buana yang tengah menghantarkan putrinya - Dyah Pitaloka ke Majapahit untuk menikah dengan Hayam Wuruk.

C.C.Berg yang paham atas kondisi ini, bersemangat menyebarkan Kisah Perang Bubat ke kalangan Priyai Parahyangan, sejak 1929-1942, hingga merasuk ke tatanan Warga Sunda.

Tentu dalam kapasitasnya untuk memecah belah perjuangan kaum pergerakan kita. Karena pada 28 Oktober 1928 telah tercapai kesepakatan "Sumpah Pemuda". C.C.Berg dan antek-anteknya ingin agar Orang Sunda membenci Orang Jawa, begitu pula sebaliknya, dan itu berhasil.

Di era yang sama, di Tanah Jawa, Kitab "Dharmogandhul" terus dipopulerkan di kalangan "Abangan Jawa". Kepada Orang Jawa Abangan ini, mereka diajak untuk Membenci Orang-orang Islam dan Membenci Ibadah Haji yang mereka anggap sebagai Terlalu Arab!!

Lalu dengan "Kidung Sunda" ini, Orang Jawa Abangan termakan isu yang sengaja disebarkan oleh Kolonial Belanda, bahwa Wanita Sunda itu adalah Matrealistis (Rakus Harta). Buktinya, nenek moyang mereka - Dyah Pitaloka & Keluarga Kerajaan Galuh Pajajaran Tidak Malu-malu untuk melamar Hayam Wuruk, dengan harapan, Dyah Pitaloka dijadikan Permaisuri Majapahit. Nah, apa sih yang sebenarnya terjadi?

FAKTA SEJARAH PERANG BUBAT 1357

Tanpa sepengetahuan Gajah Mada, Prabu Hayam Wuruk yang kala itu masih bujangan, berniat menikahi Dyah Pitaloka, Putri Prabu Lingga Buana dari Kerajaan Galuh. Mak Comblangnya adalah Madhu. Untuk menunjukan kebesaran Kerajaan Galuh, Prabu Lingga Buana beserta puluhan ribu bala tentaranya datang ke Majapahit, menghantar Dyah Pitaloka, dengan iring-iringan kapal besar dan kecil yang jumlahnya mencapai 2000 kapal.

Sementara itu, di Ibukota Majapahit, Trowulan, Hayam Wuruk sibuk mempersiapkan acara penyambutan tamu agung. Sungguh gegabah Prabu Hayam Wuruk, membuat acara agung tanpa memberitahukan Mahapatihnya - Gajah Mada. Dua Orang Paman Hayam Wuruk, Bhre Kahuripan dan Bhre Daha tidak setuju dengan calon permaisuri pilihan Hayam Wuruk, Putri Sunda yang cantik jelita itu. Sebab tanpa sepengetahuan Hayam Wuruk, kedua pamannya berniat menjodohkan Putri Daha dengan Hayam Wuruk. Maka diam-diam diaturlah rencana Sabotase pernikahan ini.

Nah, Gajah Mada yang tidak tahu menahu proses perjodohan Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka, kaget luar biasa mendapat laporan kedatangan puluhan ribu tentara Sunda Galuh. Tilik Sandi melaporkannya dari Tuban tentang "marabahaya" ini.

Panglima tentara Sunda menunjukan "Lencana Hayam Wuruk" kepada pimpinan penjaga Pantai Utara Majapahit (Pantura), dan mengizinkan masuk rombongan ini ke perairan Majapahit. Namun, Gajah Mada yang kuatir dengan kisah tipu muslihat "Kuda Troya" di Yunani yang ia ketahui dari Orang-orang Asing, mengalihkan ribuan kapal Sunda ini ke Pelabuhan Sungai - Bubat, dan menahannya di sana.

Ribuan tentara Daha, entah siapa yang memerintahkan, tiba-tiba sudah ada di seberang sungai, berhadapan dengan Lapangan Bubat, tempat rombongan Kerajaan Sunda berkemah. Keadaan menjadi mencekam!

Utusan Prabu Galuh, Patih Anepaken, beserta 300 pengawalnya mendatangi rumah Gajah Mada, untuk menanyakan hal ini. Terjadilah kesalah pahaman diantara kedua belah pihak. Rupanya Gajah Mada dan Anepaken sama-sama "sumbuh pendek", mudah meletup emosinya. Hampir saja terjadi pertempuran dipekarangan rumah Gajah Mada, yang bersebelahan dengan Masigit Agung (Masjid Agung), namun dapat dicegah oleh Imam orang Islam Majapahit dan Smaranata.

Sang Patih Sunda, dengan kecewa, kembali ke Bubat, dan melaporkan tentang sikap Gajah Mada kepada Prabu Lingga Buana. Mendapatkan laporan yang mengecewakan, Sang Prabu pun murka! Tak lama kemudian, terjadi provokasi. Elit tentara Daha membunuh beberapa orang tentara Sunda. Terjadilah perkelahian seru, namun belum membesar.

Gajah Mada mendapat laporan dari anak buahnya, bahwa benar, Kerajaan Sunda tidak berniat baik datang ke Majapahit. Telah terjadi perang di Lapangan Bubat. Di sana Pasukan Daha tidak ada yang memimpin, kita bisa kalah. Sewaktu-waktu, puluhan ribu tentara Sunda bisa menyerbu Ibukota, keadaan genting!

Gajah Mada mengajak seluruh pengawalnya, berangkat ke Medan Perang. Kemudian ia mengirim utusan kepada Prabu Hayam Wuruk, dan melaporkan bahwa telah terjadi pertempuran di Lapangan Bubat.

Benar saja, hampir-hampir pasukan Daha dapat dibinasakan oleh Pasukan Galuh. Untung datang Pasukan Gajah Mada, disusul dengan Pasukan Hayam Wuruk. Keadaan menjadi berbalik. Dalam sekejab, puluhan ribu tentara Sunda Galuh dapat dibinasakan. Patih Anepaken tewas oleh Gajah Mada, dan Prabu Lingga Buana tewas oleh Hayam Wuruk (Versi CC.Berg). Dalam versi Slamet Muljana; Raja Sunda tewas ditangan kedua Pamannya Hayam Wuruk.

Selesai perang, Hayam Wuruk pun sedih dan kuatir, ia mencari-cari kekasihnya, Dyah Pitaloka. Namun sang pujaan hati telah mati bunuh diri, setelah mendapat laporan bahwa Ayahnya tewas terbunuh oleh kekasihnya sendiri - Hayam Wuruk. Pecahlah tangisan Hayam Wuruk, meratapi jenazah Dyah Pitaloka. Gajah Mada menjadi bingung dan serba salah.

DIPECATNYA GAJAH MADA 1358

Dalam musyawarah agung di Wilwatikta, kedua paman Hayam Wuruk mempermasalahkan Gajah Mada. Dengan berat hati, Gajah Mada pun dipecat oleh Hayam Wuruk, 1358, tanpa proses pengungkapan fakta, apa yang sebenarnya terjadi saat itu.

Ini juga merupakan Solusi agar Kerajaan Galuh tidak dibinasakan oleh Majapahit. Karena, beberapa bulan setelah Perang Bubat, ada upaya pihak Sunda menyerang Majapahit untuk menuntut balas, namun upaya penyerangan ini dapat dipukul mundur oleh Pengawal Pantura.

Taklama setelah Gajah Mada dipecat, ia tinggal di villa-nya di Tongas, Probolinggo, villa pemberian Hayam Wuruk. Majapahit dan Galuh Pajajaran pun islah dan berdamai. Karena Majapahit tidak mungkin menyerang Galuh Pajajaran, lantaran kakek moyang Hayam Wuruk adalah Raja Galuh. Hayam Wuruk adalah Cucu Raden Wijaya, dan Raden Wijaya adalah Cucu Prabu Guru Dharmasiksa.

Nah, itulah kenapa Orang Sunda dan Orang Jawa sampai saat ini masih saling curiga. Karena informasi tentang Perdamaian Majapahit - Galuh tidak sampai kepada kita, karena kedua belah pihak termakan propaganda Kolonial Belanda.

RUJUKAN SEJARAH:

1. Lontar Kuno, Nagarakrtagama 1365 (Mpu Prapanca, tdk menuliskan secara vulgar ttg Perang Bubat karena kuatir akan membuat Hayam Wuruk murka. Sang mpu justru menuliskan Pentas Seni Perang-perang di Lapangan Bubat).

2.Carita Parahyangan, Lontar abad 16, Perang Bubat dikabarkan sekilas saja.

3.Kidung Sunda, lontar ini yg ditemukan oleh CC.Berg digubah pada tahun 1800an, salinan lontar yg lebih tuanya belum ditemukan. Perang Bubat dikisahkan dengan vulgar.

ARTEFAK:

1. Bekas Tambatan Kapal di Pelabuhan Bubat

2. Temuan Senjata-senjata kuno milik tentara Galuh dan Majapahit di Sungai TKP.

3. Situs Kapal perang Kerajaan Galuh, di Laut Tuban, belum diangkat, tapi isinya telah lama dijarah maling.
Penghormatan Terakhir untuk Gajah Mada; Prasasti Canggu (Trowulan I) 1358. (Sufyan al-Jawi)

sumber : www.islamianews.com

Nabi Muhammad SAW Sang Wirausahawan Terbaik



Mekah. Negeri yang tidak diperhitungkan oleh dua kekuatan dunia pada saat itu. Imperium Persia dengan Majusinya, dan Romawi dengan Nasraninya. Mulai dari awal abad 1 Masehi hingga abad ke-7 Masehi. Imperium Persia memperluas daerah invansinya hingga menguasai belahan timur, dan belahan barat dibawah naungan Imperium Bizantium Romawi. Tanah ini bebas dari pengaruh dua kekuatan tersebut lebih disebabkan karena tak punya daya pikat. Tanahnya tandus dan gersang, penduduknya miskin, berpendidikan rendah, padang pasir yang bergelombang, dan panas.

Di tengah kemiskinan yang berkarat dan pola hidup jahiliyah, masyarakat mekah dikaruniai oleh Allah SWT seorang manusia pilihan. Manusia biasa yang dipilihNYA untuk merubah tanah mekah dari kemiskinan, kelaliman dan kebodohan menjadi negeri yang kaya, makmur, berpengaruh, hingga menumbangkan dua imperium lalim sebelumnya yakni Persia dan Romawi. Dan, merubah tanah mekah menjadi pelopor imperium terbesar tak terkalahkan yakni imperium islam. Islam dengan misi rahmatal lil’alamin, menjadi rahmat bagi sekalian alam. Hal ini bisa dicapai dengan 3 rentetan sejarah profesi yang mengubah dunia.

Ketiga rentetan profesi itu adalah profesi seorang Muhammad muda. Profesi pertama beliau adalah seorang pengembala kambing. Bergembala kambing menempa jiwa dan raga beliau menjadi seorang yang tekun, ulet, gigih, penyabar, pribadi yang bertanggung jawab, dan lebih dewasa. Profesi ini dijalani dari usia 6 hingga 8 tahun. Profesi kedua adalah sebagai pedagang. Beliau berdagang dari usia 8 tahun hingga 40 tahun. Di usia 11 tahun, beliau telah ikut ekspedisi bisnis ke luar negeri seperti tanah syam, syria, dan bagdad. Pada usia 15 tahun sudah menjadi seorang eksportir dan importir handal. Pada usia 18 tahun sudah puluhan kali keluar negeri, dan terkenal sebagai entrepreneur muda yang kaya dan handal. Di usia 25 tahun beliau melamar Siti Khadijah dan menikahinya dengan mahar 120 ekor unta merah. Unta merah adalah kendaraan terbaik dikala itu di jazirah arab. Apakah kendaraan terbaik saat ini? Katakanlah mobil BMW. Harga BMW diperkirakan 1,5 Milyar. Dengan demikian mahar yang dikeluarkan Muhammad muda adalah 120 kali 1,5M. Jumlahnya 180 Milyar. Mahar pernikahan Rasulullah adalah 180 Milyar. Sanggup? Ya insyaallah, saudara adalah yang selanjutnya.

Kembali ke perdagangan. Di jazirah arab kala itu hanya sebagian kecil dari masyarakatnya yang berprofesi sebagai pedagang. Yang paling menonjol adalah bani hasyim atau bani muthalib, dan bani khuwailid. Namum seiring berjalannya waktu, Muhammad muda semakin memahami bahwa menguasai perekonomian adalah kunci menguasai dunia, sehingga beliau mempelopori gerakan semangat bisnis kepada para pemuda arab, sehingga dalam beberapa dekade munculah sosok-sosok baru seperti amru bin ash, zubair bin Awwam, Mu’adz bin Jabbal. Beberapa tokoh masyarakat yang menjadi mitra bisnis beliau hingga di era kenabian, diantaranya Abu bakar, Usman bin Affan, Umar bin Khattab, Abdurrahman bin Auf, dan lainnya. Kesemua mereka akhirnya menjadi penopang dakwah Rasulullah di era kenabian.

Selanjutnya, beliau terpilih menjadi utusan Allah SWT, dari usia 40 tahun hingga 63 tahun.
Dari fakta di atas kita menyimpulkan bahwa Rasulullah 2 tahun sebagai pengembala kambing, 32 tahun sebagai seorang entrepreneur, dan 23 tahun sebagai utusan Allah SWT. 3 profesi berjenjang yang mengubah dunia menjadi lebih baik adalah pengembala, entrepreneur, dan da’i. Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!!!

Saudaraku, saat ini berada pada fase manakah kita? Kita berada pada fase kedua yang dijalankan oleh Rasul kita Muhammad SAW. Fase 8 – 40 Tahun. Itulah fase wirausaha, dengan on mission mengembalikan kejayaan islam dalam memimpin perekonomian dunia. Anda siap? Kita semua siap? Semua yakin? Kita yakin kita pasti bisa, insyaallah!

Apapun basic keilmuan saudara, apapun latar belakang kita, marilah kita pungut kembali hikmah yang berserakan ini. Itulah Bussiness Soul (Jiwa bisnis). Yang sebagian diambil oleh mereka yang memusuhi Allah dan RasulNYA. Ayo bung, rebut kembali. Mari kita tinggalkan sikap kegengsian, kemalasan, malu, sebagai penerus Rasulullah SAW dalam berbisnis. Tinggalkan semua itu, sungguh semua itu sikap tidak berdasar. Kita gengsi, kita malu berdagang, dan dalam waktu bersamaan kita bangga menjadi konsumen. Sikap inilah yang membuat kita selalu tergantung pada orang lain, tidak produktif, tidak mampu menghasilkan, tidak mampu berdikari dalam hal ekonomi.

Renungkanlah wahai kader penerus Rasulullah, Rasulullah saja manusia yang paling mulia mencintai aktivitas dagang, kenapa kita justru malu dan gengsi? Kenapa kita tidak meneladani beliau? Kenapa kita tidak berjuang untuk mewarisi bussiness soul yang beliau miliki? Lihatlah para ulama, para tabi’ tabi’in hampir sebagian besar dari mereka adalah pedagang sukses. Di Indonesia, kita mengetahui adanya para wali songo. Mereka semua adalah para pedagang. Islam masuk dengan jalan damai di tanah Asia ini adalah juga lewat perdagangan. Pertama dan yang terutama dikuasai oleh para penyebar agama islam adalah dengan menguasai pasar.

Ada beberapa alasan mengapa kita dianjurkan mewarisi bussiness soul-nya Rasulullah. Harapannya, menjadi pebisnis tangguh seperti Rasulullah SAW.
Pertama, mencintai Rasulullah. Wujud cinta itu adalah dengan menjalankan apa yang telah dilakukan, dicontohkan oleh Rasulullah sepanjang hidupnya. Rasulullah menjalani kehidupannya 32 tahun sebagai seorang pedagang. Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala telah menukilkannya dalam surat al ahzab ayat 21. “Dan sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…”
Dengan gamblang semestinya kita mengetahui bahwa 3 rentetan profesi yang dijalani oleh Rasulullah, dan yang paling lama jadi pedagang adalah teladan terbaik bagi kita, dan bagi siapa saja yang mau meneladaninya. Dalam artian lain, berbisnis adalah menjalankan SUNNAH NABI, menjalankan keteladanan dari Nabi Muhammad SAW.

Kedua, Rasulullah menghendaki umatnya kaya. Masih ingatkah kita pada usia 18 tahun, usia yang teramat muda, Muhammad muda telah dijuluki sebagai wirausahawan muda terkaya di jazirah arab, kemudian di usia 25 tahun menikah dengan memberikan mahar 180 Milyar. Setelah menikah Beliau dan isterinya khadijah sangat terkenal sebagai eksportir dan importir handal dan tangguh di kawasan arab saat itu. Dengan demikian bila ada orang yang mengatakan bahwa Nabi SAW saja juga miskin adalah sebuah fitnah besar. Dan, saya lebih suka menyebutnya sebagai propaganda penyesatan sejarah. Siapa lagi dalangnya, kalau bukan mereka mereka yang memusuhi Allah dan RasulNYA. Bacalah Qur’an Surat Al Baqarah ayat 120.

Di era kenabian, pada fase ketiga (40-63 tahun), Rasulullah membelanjakan semua hartanya untuk ad dakwah ini. Jadi saudaraku, penopang dakwah itu adalah ekonomi yang kuat. Nah, inilah tugas kita hadir di sini.
Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!!!

Saudaraku, Rasulullah menghendaki kita kaya. Dengan ekonomi yang kuat, kita bisa membantu banyak orang lain, menyelamatkan izzah saudara kita yang miskin dari sikap peminta-peminta. Walau materi bukan segala-galanya, tapi dengan materi segala-galanya bisa berjalan dengan baik. Begitupula halnya dengan dakwah. Mulai dari dakwah fardiyah hingga kenegaraan butuh biaya. Dengan kaya, kita bisa banyak berbagi. Rasulullah SAW bersabda. “Yadul ‘ulya khairun minal yadis shufla.” Tangan yang di atas jauh lebih baik daripada tangan yang di bawah.

Ketiga, kekayaan itu harus pada orang yang tepat. Saudaraku, kekayaan itu bak sebuah pedang. Sebuah pedang itu akan memberikan kemamfaatan bila dipegang oleh pendekar berhati baik, namum bila sebaliknya, maka diujung pedang itulah aliran darah orang-orang yang tak berdosa dialirkan. Bila kekayaan itu di tangan orang yang baik, maka akan digunakanlah untuk kemaslahatan yang baik, untuk membangun umat. Bukan untuk memenggal umat. Semisal membantu sesama, membangun gedung pendidikan, masjid, beasiswa, biaya safari dakwah, biaya politik agenda dakwah, dan lain lain sebagainya.

Oleh sebab itulah saudaraku, Allah SWT melarang hambaNYA berpangku tangan. Melarang berputus asa. Mengharamkan tindakan curang. Allah SWT menganjurkan hambaNYA untuk bekerja keras. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al Jumu’ah ayat 10. “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya. Supaya kamu beruntung.”

Keempat, memperbesar peluang ibadah.
Para sahabat berlomba-lomba menjadi yang terbaik dengan kekayaannya yang disumbangkan untuk dakwah dan umat ini. Daftar Kekayaan Para Sahabat Rasulullah SAW:

Kekayaan Umar bin Khattab RA
             Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160 juta. Total semuanya adalah Rp 11,2 Triliun.
             Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 juta = 2,8 Triliun/tahun atau 233 miliar/bulan.
             Simpanan = hutang dalam bentuk cash

Kekayaan Utsman bin Affan RA
             Simpanan uang = 151 ribu dinar plus 1000 dirham
             Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar (diperkirakan diatas 250 Triliun)
             Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240M)

Kekayaan Zubair bin Awwam RA
             50 ribu dinar (60M)
             1000 ekor kuda perang
             1000 orang budak

Kekayaan Amr bin Ash ra
             300 ribu dinar (360M)

Keakayaan Abdurrahman bin Auf ra
             Melebihi seluruh kekayaan para sahabat
             Dalam satu kali duduk pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin auf berinfak sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar)
             Bersedekah pada masa Rasulullah dengan setengah hartanya yaitu 4 ribu dinar. Setelah Rasulullah meninggal, ia menyedekahkan 40 ribu dinar. Lalu kembali bersedekah 40ribu dinar. Lalu menyumbangkan 500 ekor kuda buat jihad fisabilillah, kemudian 500 ekor kuda lagi.
Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup berkecukupan.

Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas) :
             Mu’adz bin Jabbal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat (Al amwal, hal 596).
             Mampu menggaji semua guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau 18 juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006).

Pada masa Ummar bin Abdul Aziz ra (3 tahun bertugas) :
             Yahya bin Sa’id sang petugas zakat berkata,”Ketika hendak membagikan zakat, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan.” (Ibnu Abdil Hakim, siroh Umar bin Abdul Aziz, hal 59)
             Surat Gubernur Basrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al amwal, hal 256)

Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!!!
Wahai kader Rasulullah, bukankah antum sudah mengetahui bahwa Allah SWT telah memilih kita sebagai khalifah di muka bumi ini? Khalifah dalam bahasa kita adalah pemimpin. Kita dipilih untuk memimpin dunia ini. Memimpin dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah ekonomi. Dari program RBS ini kita ingin melahirkan para entrepreneur tangguh dan sholeh. 10 atau 20 tahun ke depan insyaallah akan muncul berbagai industri baru, pabrik pabrik baru, pasar-pasar islam yang megah dan besar, yang menjadi leader perekonomian dunia. Dan, mereka adalah antum antum semua. Sudah waktunya macan raksasa kita bangunkan! Sudah saatnya islam kembali memimpin pentas perekonomian dunia.
Allahu akbar…! Allahu akbar…..! Allahu akbar………!!!

Sumber : Ali Margosim Chaniago, RBS

Cara Membuat Lampu Emergensi Dari LED



Hasil gambar untuk lampu led


Lagi lagi publis artikel  ,,, tapi gak apa-apa deh yang penting kan ada imbalan (dunia akhirat), baiklah mari saya jelaskan Cara Membuat Lampu Emergensi Dari LED. Jika ditempat sobat sering terjadi pemadaman listrik pada malam hari maka alat ini sangat bermanfaat sekali jika di buat. Sebelum membuatnya saya akan menjelaskan komponen-komponen apa saja sebagai pendukungkanya : Lampu led,  Resistor, Papan PCB, Akki, Kabel, Solder, Timah solder.
Cara Membuat Lampu Emergensi Dari LED : Yang pertama akan kita gunakan adalah LED, led yang kita pakai disini adalah led dengan cahaya putih, ya… bisa aja si warna merah tapi kan seram yakan?  . Led mempunya 2 kaki yaitu anoda dan katoda, agar led bisa bekerja (menyala) apabila pada kaki anoda dan katoda masing masing dihubungkan dengan polaritas positif dan negatif. Terlihat pada gambar disamping.
Cara Membuat Lampu Emergensi Dari LED : Lalu kita hitung terlebih dahulu berapa jumlah led yang akan kita gunakan tehadap besar tegangan sumber dari akki. Led biasanya memiliki tegangan kerja minimum dan besarnya arus yang di perbolehkan untuk mengoerasikan sebuah led , tegangan kerja led minimal 3 volt (untuk led putih) dan arus 20 mA (mili ampere) agar lednya bekerja. Jika tegangan sumber dari aki sebesar 12 volt maka dapat kita hitung berapa besar nilai tahanan (resistor) dari beberapa led yang kita pasang. Nah,, sebagai contoh jika kita menggunakan 3 buah Led yang disusun seri maka Cara menghitung nya dapat menggunakan rumus berikut ini :
Dimana :

 
 R     = Nilai resistansi
VL    = Tegangan kerja led
VS    = Tegangan Sumber
I     = Arus listrik
Dari contoh perhitungan tersebut maka gambar sebagai referensi kita untuk merangkai dalam ke media PCB adalah sebagai berikut :
 
Cara Membuat Lampu Emergensi Dari LED : Selanjutnya yang akan kita persiapkan adalah papan PCB, Papan PCB merupakan media yang kita butuhkan untuk merangkai led, jika led yang kita rencanakan lebih dari 1 kelompok (1 kelompok = 3 led) sesuai perhitungan diatas maka diharapkan per kelompoknya harus dihubungkan paralel. Gambarnya seperti dibawah ini :
 
Untuk selanjutnya sobat-sobat bisa mengaplikasikan rangkaian tersebut ke dalam satu buah papan PCB, jika ingin membuat dengan beberapa papan PCB  silakan aja di gandakan.  Nah jika semakin banyak lampu led yang dilayani maka semakin besar jugalah kebutuhan arus listrik yang di pakai untuk melayaninya sehingga semakin cepat juga sumber listrik akan habis, jadi silakan hitung-hitung dulu deh…. oke saya rasa cukup pembahasan tentang Cara Membuat Lampu Emergensi Dari LED.